oleh

Tips Panduan Cara Budidaya Porang

Porang masuk ke dalam jenis tanaman kategori umbi-umbian yang berasal dari spesies Amorphophallus muelleri. Tanaman porang ini belakangan menjadi populer karena munculnya kisah seorang petani yang sukses menjadi miliarder setelah menjalankan bisnis ekspor porang.

Porang atau yang juga dikenal dengan nama iles-iles pada beberapa daerah di Jawa ini memang memiliki nilai ekonomi yang tinggi apabila proses budidaya porang dilakukan dengan benar. Yuk, simak sekilas mengenai porang dan mengapa bisnis budidaya ini bisa menjadi sumber bisnis yang menguntungkan!

Mengenal Porang Lebih Jauh

Tanaman porang sendiri merupakan jenis tanaman umbi yang masih berada dalam satu marga dengan tanaman walur dan suweg. Tak jarang, banyak orang yang sering menganggapnya sama karena terlihat mirip jika dilihat sekilas. Potensi budidaya porang memang sangat menjanjikan mengingat permintaan ekspor akan jenis tanaman ini sangatlah tinggi saat ini.

Dengan kandungan zat glukomanan yang cukup tinggi di dalamnya, porang dapat dimanfaatkan untuk menurunkan kolesterol, mengatasi diabetes, mengontrol berat badan, serta dapat digunakan sebagai prebiotik. Porang sendiri biasanya dianggap berkualitas dari sisi kadar air yang terkandung di dalamnya. Semakin kering atau sedikit kandungan kadar airnya, maka kualitas porang akan semakin baik dan harganya juga akan semakin mahal.

Pada tahun 2021, porang yang masih berbentuk umbi harga jualnya berkisar antara Rp6.500 hingga Rp7.000 untuk setiap kilonya. Namun, apabila sudah berbentuk tepung maka harga jualnya dapat lebih tinggi dan berkisar di angka Rp100.000 hingga Rp150.000 per kilogramnya.

Jenis Tanaman Porang

  • Amorphopallus Oncophyllus.
  • Amorphopallus Campanulatus.
  • Amorphopallus Variabilis.
  • Amorphopallus Decus Silvae.
  • Amorphopallus Spectabilis.
  • Amorphopallus Titanium.
  • Amorphopallus Muelleri.

Manfaat Porang

Selain memiliki nilai ekonomi yang cukup tinggi, porang pun banyak dibudidayakan karena memiliki banyak manfaat lainnya.

  1. Dapat dimanfaatkan sebagai komoditas ekspor.
  2. Dapat digunakan sebagai bahan baku barang industri.
  3. Dapat digunakan untuk mencegah penyakit jantung dan diabetes.
  4. Dapat mengatasi peradangan.
  5. Dapat membantu menurunkan berat badan (rendah kalori).
  6. Dapat digunakan untuk merawat kesehatan kulit.
  7. Dapat digunakan untuk menurunkan risiko kanker usus.
  8. Dapat dibuat sebagai isolator listrik.

Syarat untuk Budidaya Porang

Untuk dapat menghasilkan kualitas porang terbaik, beberapa kondisi serta persyaratan berikut harus Anda penuhi sebelum memulai budidaya porang.

1. Kondisi Tanah

Kondisi tanah yang ideal untuk budidaya porang adalah tanah yang gembur dan tidak terlalu basah. Usahakan kadar pH yang terkandung dalam tanah berkisar di antara angka 6 hingga 7. Struktur tanah yang biasa digunakan untuk menanam porang merupakan pencampuran dengan tanah liat yang berpasir dan pastikan telah terbebas dari gulma.

2. Kondisi Iklim

Kondisi iklim ideal yang disarankan untuk melakukan budidaya porang berada pada dataran tinggi yang memiliki ketinggian 100 mdpl hingga 600 mdpl. Dengan kondisi tersebut, kebutuhan akan cahaya matahari dinilai akan tercukupi.

3. Kondisi Lingkungan

Porang sendiri merupakan jenis tanaman yang memerlukan tanaman lain untuk dapat tumbuh. Tanaman lain tersebut nantinya akan dijadikan inang atau tempat bernaung bagi tanaman porang untuk tumbuh. Jenis tanaman yang dianggap baik sebagai inang porang antara lain adalah pisang, pinang, mahoni, jati, dan jahe.

Tahapan untuk Menanam Porang

Setelah Anda mengenal porang lebih jauh dan mengetahui segala persyaratan yang dibutuhkan untuk melakukan budidaya porang, hal selanjutnya adalah tahapan menanamnya. Berikut adalah tahapan lengkap yang harus Anda lakukan untuk menanam porang:

1. Membersihkan Lahan

Lahan yang digunakan harus bersih dan terbebas dari segala gulma. Gulma dapat mengganggu pertumbuhan tanaman porang. Tipsnya Anda bisa menimbun rumput-rumput yang telah tercabut ke dalam tanah. Setelah membusuk, nantinya rumput-rumput tersebut dapat dimanfaatkan sebagai pupuk alami.

2. Waktu Menanam Porang

Untuk penanaman porang menggunakan biji, Anda disarankan memulai proses penanaman saat musim hujan di bulan Oktober hingga Desember. Sebelum mulai menanam, sebaiknya Anda melakukan pembibitan terlebih dahulu dengan menanam biji ke dalam polybag.

Namun, jika Anda menanam porang dari katak, musim kemarau merupakan waktu terbaik untuk memulai penanaman porang. Jika menanam dari katak atau umbi, Anda tidak perlu menanamnya ke dalam polybag.

3. Jarak Tanam Porang

Jarak tanam juga harus diperhatikan saat proses penanaman karena akan berpengaruh saat waktu panen tiba. Untuk jarak ideal, jika Anda menggunakan jenis umbi jarak tanam yang diperlukan berkisar antara 35 hingga 90 cm. Sementara untuk jenis bibit katak, jarak tanam yang ideal berkisar antara 35 hingga 80 cm.

Namun, sebenarnya jarak tanam porang juga masih dapat diperlebar sesuai dengan jenis umbi yang digunakan dalam proses penanaman. Penambahan jarak tanam pun akan lebih memudahkan saat proses panen porang. Selain itu juga dapat membuat tanaman porang berbuah lebih banyak saat panen.

4. Cara Menanam Porang

  • Siapkan batang bambu yang akan digunakan sebagai penegak tanaman.
  • Berikan jarak antar batang bambu sekitar 1 meter khusus untuk bibit umbi dan katak.
  • Buat lubang untuk menanam porang dengan ukuran sekitar 20 cm x 20 cm x 20 cm.
  • Masukkan bibit porang ke dalam lubang tanam yang telah disiapkan.
  • Letakkan bakal tunas menghadap ke atas. Jika menggunakan biji jenis katak, jangan balik mata tunas agar porang dapat tumbuh dengan baik. Kemudian jika menggunakan biji, masukkan akar ke dalam lubang tanam secara perlahan dan hati-hati agar akar tanaman tidak mengalami kerusakan.
  • Tutup lubang tanam dengan tanah setebal 3 cm.

Tips Menanam & Merawat Porang

  • Jangan jadikan porang sebagai tanaman tumpang sari.
  • Olah terlebih dahulu tanah yang akan digunakan untuk menanam porang.
  • Jangan tanam bibit porang terlalu dalam (cukup sekitar 10-15 cm).
  • Atur jarak tanam yang sesuai.
  • Pemberian pupuk kandang yang rendah kandungan kimianya dan baik untuk tanah.
  • Selalu bersihkan rumput dan alang-alang yang ada di sekitar porang.
  • Jangan terlalu sering menyemprot porang dengan pestisida.
  • Panen porang setelah periode 6 bulan atau saat musim kemarau berakhir.

Potensi Perkembangan Bisnis Porang

Potensi bisnis porang dalam industri pangan tentu menguntungkan untuk dijadikan sebagai investasi bisnis kedepannya. Tanaman porang mempunyai prospek yang menjanjikan karena memiliki nilai ekonomi yang sangat tinggi . Selain itu, manfaat porang banyak sekali terutama untuk industri kimia dan kesehatan, hal ini terutama karena kandungan zat Glukomanan yang ada di dalamnya. Keuntungan tanaman porang antara lain adalah tidak memerlukan teknologi dan modal besar sebab dengan sekali menanam tidak perlu menanam bibit kembali.

Risiko dari budidaya porang ini adalah hama yang sering menyerang tanaman porang yaitu belalang, ulat makasar orketti, ulat umbi araechenes dan nematoda. Sedangkan penyakit umum porang adalah busuk batang semu, layu daun oleh jamur Sclerotium sp, Rhyzoctonia sp, Cercospora sp.

Untuk mengendalikan jenis hama Nematoda yang sering menyerang umbi porang, Anda dapat menggunakan jenis pestisida karbamat.Dengan dosis dan waktu yang tepat, ini dapat menanggulangi penyebaran insektisida dan fungisida yang merusak tanaman Porang.

News Feed